“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami
tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang
dahulu mereka usahakan.”
(QS. Yaasiin[36]: 65).
Ingatkah Anda bahwa kala Padang Mahsyar mulai dihampar dan amal-amal
mulai diperhitungkan (hisab), tidak akan pernah ada lagi udzur, alasan,
hujjah, atau alibi yang bisa disangkalkan? Mulut kita terbungkam
karena dikunci oleh-Nya. Kepala menunduk menahan malu. Hati hancur
lebur menanggung sesal, akal pikiran bingung tak keruan menyaksikan
segala perbuatan diri selama di dunia tiba-tiba terbentang lebar bak
cermin di hadapan kita. Lalu kaki, tangan, dan seluruh anggota tubuh
kita satu per satu memberikan kesaksian atas segala tingkah laku kita.
Tidak ada satu perbuatan pun yang tak terungkap dan terbukti, bahkan
kendati itu hanya sebesar biji sawi (dzarrah).
Lalu, ingatkah pula Anda bahwa setiap jejak langkah yang pernah
ditorehkan di bumi ini akan menjadi saksi otentik di kala Hari
Perhitungan itu. Bagian-bagian bumi yang dulunya kita lihat diam
membisu, tiba-tiba saja pandai berucap kata dan memberikan kesaksian
atas tindak-tanduk setiap manusia yang pernah hidup di permukaannya.
Subhanallah…! Sebagai muslim dan muslimah yang bertauhid atas
kehidupan akhirat, seharusnya kita senantiasa ingat masa depan hakiki
itu. Tapi, nyatanya kita mudah lalai oleh gemerlap harta duniawi. Kita
lebih banyak khilaf atas maha beratnya perhitungan Padang Mahsyar itu
dan betapa telitinya administrasi pencatatan amal kita. Kita cenderung
remeh bahwa mata, telinga, mulut, dan anggota tubuh ini senantiasa
melihat dan merasakan segala apa yang kita kerjakan. Kita cenderung
tutup mata atas kesaksian sejati semilir angin, riak-riak air, dan
kesejukan bumi yang kita injak dan diami ini, yang selalu merekam
segala perbuatan kita.
Maka, memang seharusnya kita segera memperbaiki segala tindak-tanduk
kita, kehalalan makanan dan minuman kita, kebersihan hati dan pikiran
kita, agar koleksi amal kebaikan kita lebih banyak dibandingkan amal
keburukan kita dan kekuatan pahala meluruhkan angkara dosa kita.
Mumpung kita belum benar-benar berdiri gemetar di hamparan Padang
Mahsyar yang maha menakutkan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar